Jadilah Motivator

Motivator TERBAIK, TERHEBAT dan TERMANJUR untuk anda, adalah ANDA SENDIRI.

Kalimat MANTAP Anda

Punya Kalimat yang MOTIVATIF dan INSPIRATIF tulis beserta data pribadi anda di pos KOMENTAR ini.

Rabu, 22 Oktober 2008

Kesuksesan & Kebahagiaan (2)

Salam MANTAP, Meraih ANgan dan TujuAn dengan Pasti

Kesuksesan adalah mendapatkan apa yang ingin dinikmati, dan kebahagiaan adalah menikmati apa yang sudah didapatkan.

Sebuah kalimat yang parameternya berbeda untuk setiap orang, sebuah kalimat yang sangat sulit bagi sebagian orang tetapi juga sangat mudah bagi sebagian yang lain untuk bisa diimplementasikan dalam kehidupannya.

Jadi sebetulnya kesuksesan dan kebahagiaan itu bukan orang lain yang menilainya, tetapi kitalah yang bisa menjawab dan merasakannya, oleh karenanya rubahlah Mindset kita yang selama ini meyakini bahwa kesuksesan dan kebahagiaan kita hanya bisa dinilai orang lain, dan jangan pernah pula menilai kesuksesan dan kebahagiaan orang lain berdasarkan penilaian pribadi kita.

Kenapa, karena jangankan mengetahui apa yang ingin didapatkan orang lain dan apakah orang lain tersebut menikmati apa yang sudah didapatnya, ketika ditanya orang lain atau bertanya terhadap diri sendiri, apa sebetulnya yang ingin didapatkan, kita lebih banyak tidak bisa jawab, apalagi ketika ditanya apa yang sudah didapatkan itu ternikmati, kita juga cuma bisa diam.

Seorang pria pemalas yang kurus kering berdoa meminta sesuatu kepada TUHAN nya. ”Ya TUHAN, angkatlah batu besar yang berada tepat dipintu depan rumahku ini, Geserlah Ia TUHAN, pintanya dengan begitu memelas, kemudian TUHAN berkata kepada pria itu, ”Doronglah batu itu setiap hari, niscaya kehidupanmu akan berubah. Setahun berlalu, ternyata tidak satu sentimeterpun batu itu bergeser, kemudian si pria tadi “mengeluh” kembali kepada TUHAN nya, ”Ya TUHAN mana janjimu, sudah setahun aku mendorong batu itu, tetapi tetap saja tidak ada perbaikan, batu itu tidak juga bergeser dan kehidupan yang aku dapatkan sama saja, TUHAN engkau telah membohongiku. Kemudian TUHAN menjawab pria itu, ”Tidakkah kau lihat dan kau rasakan dengan apa yang terjadi pada Tubuhmu, sekarang Tubuhmu lebih sehat, lebih kuat dan jauh lebih kekar, dan engkau sudah tidak malas lagi.”

Ternyata kita sudah biasa menjadi penilai yang tidak layak, yang selalu berprasangka buruk dan salah persepsi, kalau begitu kapan kita bisa menjawab dan merasakan bahwa kita sebetulnya akan, sedang atau bahkan sudah berada pada kesuksesan dan kebahagiaan kita, tentu saja jawaban atas semua itu detik inipun sebetulnya sudah bisa saya, anda atau kita jawab, semuanya pasti menggunakan parameter yang tidak akan pernah sama, tidak bisa seukuran apalagi disamaratakan.

Lalu dari mana kita harus memulai supaya kita bisa lebih meyakini bahwa menjadi sukses dan bahagia itu adalah sesuatu yang sangat mungkin menjadi milik kita, kuncinya adalah Mindset kita, pola pikir kita atau cara pandang kita tentang hidup ini, tentang kehidupan ini, kehidupan saya, kehidupan anda, kehidupan kita semua.

Buat saya kehidupan ini ibarat sedang menikmati sebuah pertandingan akbar sepak bola, ( bukan karena saya paling suka sepak bola ), karena didalamnya ada banyak orang yang terlibat, ada pemain, pelatih, pengurus klub, anak gawang, pengurus stadion, penonton, petugas keamanan, penjual makanan, dan lainnya ( didalam stadion ) serta ada penonton di rumah, cafe, hotel sampai penjara, ada penjudi, ada orang yang was – was karena takut ketemu penonton yang brutal dan tentu banyak yang lainnya lagi, baik yang secara langsung maupun tidak langsung akan bersinggungan dengan pertandingan sepak bola tersebut.

Semua orang – orang diatas hanya perlu menjadi orang – orang yang baik, yang mengetahui posisinya, yang menjalankan hak dan kewajibannya dengan baik, ketika semuanya menjalankan seluruh fungsi, hak dan kewajibannya maka akan tercipta sebuah pertandingan yang indah, sukses dan membahagiakan.

Dan ketahuilah bahwa waktu terus bergulir, proses terus berjalan dan akan selalu ada pertandingan – pertandingan lainnya, artinya tidak ada sesuatu yang mutlak disana, tidak akan ada sesuatu yang tidak berubah, penonton tidak akan selamanya menjadi penonton, pemain tidak akan selamanya menjadi pemain, yang suka tidak akan selamanya suka dan yang tidak suka juga tidak akan selamanya tidak suka, suatu saat, anak gawang bisa menjadi pemain hebat, pelatih hebat bisa menjadi penonton tetap, dan pemain yang dicintai bisa menjadi pemain yang sangat dibenci, bahkan seorang Gabriel Omar Batistuta yang seorang Argentina dibuatkan patungnya di kota Fiorentina, Italia, meski sang battigol akhirnya pindah klub dan menjadi rival klub lamanya.

Begitulah hidup, tidak selamanya akan seperti itu, seiring dengan proses ( Waktu, Wahana, Interaksi, Kontinyu, dibahas dibagian selanjutnya ) semuanya harus, wajib, kudu berubah, tidak akan selamanya seperti itu adanya, jadi ingatlah bahwa tidak ada yang abadi dalam hidup ini.

Jadi untuk menjadi sukses dan bahagia, kita harus berubah, berubah karena ingin meraih kesuksesan dan kebahagiaan, juga berubah karena ingin mempertahankan kesuksesan dan kebahagiaan yang sedang menjadi milik kita, oleh karenanya apa yang ingin kita dapatkan, cara kita menikmatinya, parameter yang kita gunakan untuk mengukurnya haruslah berbeda setiap waktu, sementara kapan parameter dan jangka waktu perubahannya dilakukan hanya kita, saya dan anda masing - masing yang bisa menjawabnya.

Jangan terlalu yakin dan sependapat dengan para motivator yang mengukur kesuksesan dan kebahagiaan dengan uang yang kita kumpulkan, dengan pin bintang pengusaha terhebat di dada, dengan segala penghargaan sebagai pemberi pekerjaan bagi orang lain ketimbang pencari pekerjaan yang semakin hari semakin meningkat saja jumlahnya, orang – orang seperti diatas memang mulia dan sangat diperlukan negeri ini, tetapi apa jadinya apabila negeri ini hanya diisi orang – orang kaya yang pengusaha dan mandiri, siapa yang akan merawat ketika kita sakit, siapa yang akan menjadi guru yang akan membekali kita masa depan, siapa yang akan mengurus KTP kita kalau tidak ada yang mau menjadi PNS, siapa yang akan menjadi pelawak yang akan menghibur kita ketika kita sedih atau siapa yang akan mengantar kita dengan cepat ketika tidak ada tukang ojek.

Seharusnya setelah membaca tulisan ini kita akan mengerti kenapa para mahasiswa yang dulu berteriak reformasi, ulama yang dulu dipuji, public figure yang dekat dihati setelah duduk dan menikmati kursi seolah-olah menjadi orang yang mati hati, bukan saya mewajarkan atau menganggap apa yang mereka lakukan tidak merugikan negeri ini, tetapi ini menyadarkan kita bahwa pemain yang hebat tidak dijamin bisa menjadi pelatih hebat, dan pelatih yang hebat tidak dijamin bisa menjadi komentator yang hebat pula.

Mulai sekarang, siapapun kita, dalam kondisi apapun kita, dalam jabatan apapun kita, pastikan saja bahwa apa yang kita dapat sekarang adalah memang yang kita inginkan, kalau ternyata bukan, rubah dan raih keinginan itu, lalu nikmati saja dengan penuh rasa syukur apa yang sudah didapat.

Semoga kita menemukan takaran kita.......

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Prediksi kesuksesan & kebahagiaan masing" orang berbeda.Menurut saya sukses & bahagia itu bukan apa yang sudah didapatkan,tapi apa yang sudah bisa kita berikan untuk orang lain.Hidup ini PEMBELAJARAN & PERJUANGAN.Hanya orang" yang berperasaan&berfikir positf(megambil hikmah),mau memperbaiki diri ke arah yang lebih baik(terus belajar),bertindak(berjuang) dan IKHLAS yang akan meraih KESUKSESAN & KEBAHAGIAAN DUNIA AKHIRAT ...
TERUS BELAJAR & BERJUANG UNTUK MANTAP...